Selasa, 14 April 2009

Kambing

Jam Kambing: 13.00 - 14.59
Kambing terkenal karena kelembutannya dan sifat tidak teganya terhadap sesama. Umumnya dia budiman, tulus, dan gampang tersentuh oleh cerita-cerita sedih. Kalau suasana hatinya sedang baik, ia artistik, moderen dalam penampilan, dan juga seorang pekerja yang kreatif. Namun kalau suasana hatinya sedang kebalikannya, ia condong dikuasai oleh emosinya, pesimistis dan suka menyendiri.
Konon, warga Kambing gampang memaafkan orang dan mudah menerima kekurangan-kekurangan orang lain. Oleh karena temperamennya yang berubah-ubah, terasa sulit baginya untuk bekerja di bawah tekanan atau buat bersikap obyektif. Ia tak begitu menyukai jadwal yang terlampau ketat, tak dapat mengikuti terlalu banyak disiplin dan tak mampu menerima terlalu banyak kritik tajam. Meski demikian, Kambing adalah tipe orang yang penuh kasih sayang terhadap anak-anak dan binatang, senang dengan pemandangan alami, dan merasa amat nyaman di dalam suasana rumahnya sendiri. Bahkan Kambing terkadang menyerupai seorang Ibu yang selalu ingin melimpahi sesamanya dengan kasih-sayangnya. Baik pria maupun wanita Kambing akan selalu amat dekat dengan keluarganya dan bahkan condong buat terlalu memanjakan mereka.
Orang Cina percaya, bahwa Dewi Fortuna akan selalu memamerkan senyumnya yang menawan kepada Kambing, karena kepolosan dan kebaikan hatinya. Padanya selalu tersedia tiga hal terpenting dalam hidup ini: makanan, tempat bernaung, dan pakaian. Kemana pun dia pergi, dia selalu bertemu dengan orang-orang yang bisa dan mau menolongnya. Warga shio ini akan berusaha keras supaya bisa menikah dengan baik untuk mencukupi kebutuhannya, namun di sini ia juga biasanya sangat disayangi, bukan saja oleh pasangan hidupnya, tapi juga oleh ipar-iparnya. Maklumlah, Kambing jarang kikir dengan waktu maupun uangnya. Andaikata Anda tak punya tempat tinggal dan tak berduit, Kambing takkan menelantarkan Anda.
Semua warga Kambing dari usia sembilan sampai sembilan puluh sembilan adalah orang-orang yang amat romantis. Musik lembut, bulan purnama dan jamuan makan berlilin dalam suasana intim tak pernah gagal buat mengikat pesona mereka.
Banyak orang yang lahir pada tahun ini akan memiliki bakat memperdaya yang mungkin tampak agak licik. Kambing biasanya muncul dengan permohonan yang gila-gilaan, yang hampir mendekati pemerasan atau perampasan jalanan. Dan begitu Anda siap buat menghardiknya dengan perkataan “Tidak” yang keras, Anda akan melihat ekspresinya yang sedemikian polos dan murni, bersamaan dengan setetes air yang menggenangi sudut matanya, belum lagi ditambah dengan sedikit getaran pada bibirnya. Tba-tiba saja Anda merasa diri sebagai makluk raksasa yang baru saja menggiring seekor Kambing buat disembelih. Dan saat itu juga hati Anda pasti mencair, sehingga Anda akan langsung mengabulkan tuntutannya yang tak masuk akal itu! Sementara itu, muncullah pertanyaan: Tidakkah Anda curiga? Jawaban: Bagaimana bisa curiga terhadap makluk yang tampak sedemikian lemah dan sedemikian tak berbahaya!
Sanjungan terhadap bakat yang dimilikinya akan membuat kepribadian Kambing berkembang dengan luar biasa. Ia sangat membutuhkan kasih sayang, perhatian dan persetujuan. Seharusnya ia terjun ke dalam bidang yang kreatif, sebab di samping memiliki jiwa seni yang cemerlang, ia dapat memperoleh kebebasan untuk melakukan apa saja yang paling disukainya. Dalam hal apa saja yang menyangkut keindahan, jangan khawatir — Kambing takkan mengecewakan Anda. Seleranya kelas tinggi dan pilihannya selalu tepat. Meski demikian, bila Anda ingin memelihara seekor Kambing perlu diingat bahwa dia juga mudah menjadi pemboros dan amat tidak praktis dalam segala hal yang merangsang indranya yang halus.
Biasanya menguntungkan bagi Kambing kalau sampai mempunyai beberapa rekan yang lebih kuat dan lebih tegas dibandingkan dirinya sendiri. Misalnya, seorang menejer yang akan bisa mendisiplinkan dia dan memanfaatkan bakatnya. Atau seorang sekretaris yang tangguh, yang tak segan-segan menolak segala permintaan dari orang yang hanya ingin memanfaatkan kebaikan si Kambing, sekaligus bisa menolak segala tuntutan aneh yang muncul dari watak yang sedemikian lembut itu.
Sudah dapat disimpulkan, warga Kambing tidak dilahirkan sebagai orang yang suka mengambil keputusan dengan tegas. Ia lebih suka mengekor atau mengeluh kalau segalanya tak sesuai dengan yang diharapkan. Ia juga mudah khawatir dan acapkali membayangkan yang terburuk sebelum mulai berjuang. Tapi toh selalu terdapat orang yang ingin meyakinkannya dan menyayanginya dengan tulus sebab sikap Kambing yang baik dan demawan mengundang tanggapan yang serupa dari orang lain.

Sabtu, 11 April 2009

Bekerja Dengan Basis Nurani

“ Dalam menjalankan pekerjaan kita selalu dibayangi oleh Keinginan atau tujuan kita, dan tentunya kita akan selalu mendasari keputusan pilihan kita atas dasar yang terbaik untuk kita. Masalahnya adalah, apakah setelah kita jalani hal tersebut kita mampu mencapai hal-hal yang kita inginkan? Ada teman kita yang memiliki keiningan untuk menjadi tulang punggung keluarga, menjadi panutan keluarga, atau ada yang ingin segera menikah, memiliki nafkah yang cukup untuk mencicil rumah, dan membiayai anak istri. Teman lain memiliki keinginan untuk memiliki penghasilan sendiri yang cukup untuk belanja dan membeli semua keperluan. Namun dalam perjalanan karir, kita sering menghadapi masalah, jalan buntu, atau hambatan dari orang-orang lain, istilahnya kita tidak mampu mengatasi keadaan, dan akhirnya kita menjadi tergiur oleh tawaran di perusahaan lain, seolah-olah gajinya lebih tinggi, rumput tetangga terlihat lebih hijau, namun begitu kita pindah, masalah menghantui, hambatan menghalang, dan kita buntu lagi. Bagaimana caranya kia bias mencapai yang kita idam-idamkan? Rumah besar, mobil, dan gaji yang terjamin? Dalam pekerjaan kita, kita selalu dihadapkan pada pilihan, bagaimana menjadi yang terbaik untuk kita? Dan kita selamanya bingung dalam memilih pegangan dalam bekerja. Beberapa teman berusaha untuk Fokus, menikmati pekerjaannya, atau ikut arus. Namun bagaimana kalau arusnya arus jeram? Kondisi politik kantor gonjang-ganjing, bagaimana kita bisa mengikuti arus? Arusnya tidak masuk akal. Teman lain bekerja dengan cara belajar. Namur bagaimana caranya terus bisa fokus belajar sedangkan pihak lain sungguh menyebalkan dan menyinggung perasaan kita? Ada teman yang bekerja dengan cara membantu membentuk jati diri. Namur kemana kita mencari jati diri? Bagaimana kita thu siapa sosok diri kita yang asli? Sehingga kita sulit mencapai hasil yang efektif. Kita sulit mengendalikan masa depan kita, kita sulit mengendalikan orang lain. Bagaimana caranya kita bisa mampu mengendalikan orang lain? Sehingga kita bisa mampu mendapatkan apa yang kita idamkan? Bagaimana caranya kita mengerti perilaku Kekuasaan, sehingga kita mampu memperoleh menggapai kekuasaan di tangan kita, sehingga kita bisa menjadi lebih memiliki kemampuan? Bagaimana kita mampu mendapatkan kepercayaan orang lain? Atasan, bawahan, orang-orang di sekitar kita? Bagaimana caranya kita mampu menguasai kepercayaan orang lain? Apakah kita bisa mampu mengendalikan kepercayaan dari orang lain?Akhirnya, bagaimana cara kerja kita sehingga kita mampu memiliki pegangan, pedoman, dan kita selalu mengerti kebenaran? Bahwa bekerja adalah amanah. Namun kita seolah memandang kabut, amanah siapa yang harus kita pegang? Mengapa? Bagaimana buni amanahnya? Bagaimana kita mampu mengerti lebih dalam dibandingkan orang lain, bahkan atasan kita? Bagaimana cara nya kita mampu mengendalikan masa depan kita? Bagaimana kita selalu dibukakan, dimudahkan, diberi jalan?Keinginan – Sebuah RenunganKetika Shinta memulai karier di sebuah perusahaan Nasional, hatinya berdebar-debar saat diterima bekerja disana. Namun hatinya bimbang, bagaimana harus menerima sebuah pekerjaan yang tentu gajinya pas-pasan, sedangkan dia harus bolak-balik ke Bandung dari Jakarta seminggu sekali? Hatinya selalu penuh keraguan, benarkah pilihan karirnya ini benar? Akankah dia mampu menapak jenjang manajemen di perusahaan ini sehingga dia bisa mampu mencukupi biaya hidup, bayar kos dan ongkos transport pulang Bandung tiap minggu? Dengan bercanda orang tuanya menasehati bahwa hidup harus bisa berhemat, jangan tiap kali pulang ke rumah bukannya membawa hadiah untuk orang tua, malah orang tua dan keluarga harus tekor membiayai anaknya yang sudah berpenghasilan, namun pas-pasan. Hatinya selalu gundah, apakah pengorbanan hidupnya, waktunya, keringatnya akan membuahkan hasil, supaya bisa memenuhi keinginannya, untuk bisa memiliki penghasilan yang mandiri, tdak terus-terusan minta kepada orang tua? Keinginan? Nah ternyata semua hal dalam pekerjaan banyak sekali dipengaruhi oleh faktor keinginan, ada yang ingin memiliki penghasilan mandiri, bisa belanja pakaian, sepatu, jam tangan dan semua kebutuhan hidup yang sudah kadung tinggi, ada yang ingin menjadi tulang punggung keluarga, maksudnya mampu membiayaai seluruh keluarga, termasuk orang tua, kakak dan adik-adik, ada juga yang ingin membentuk jati diri. Namun semua keinginan itu seolah-olah menjadi momok yang membayangi setiap kali terjadi pilihan keputusan, pengambilan keputusan selalu dibayangi oleh faktor yang terbaik bagi kita. Benarkah langkah ini? Benarkah bila kita senantiasa memilih langkah yang terbaik bagi kita, maka kita akan mencapai semua keinginan kita? Di lain pihak seolah-olah pihak lain tidak mau mengerti kita. Orang-orang lain selalu memandang under estimate kepada kita, dibilang bahwa kita ini fresh, belum pengalaman, atau masih belum tahu ini dan itu. Mereka sungguh tidak mau mengerti kita. Mengapa hampir semua orang seolah-olah menghalangi kita untuk meraih apa yang kita inginkan? Mengapa sungguh sulit sekali mempeoleh apa yang kita inginkan? Mengapa?Mengapa Tuhan menciptakan banyak sekali halangan, hambatan, dalam kita meraih keinginan kita? Seolah-olah semakin tinggi kita naik, beban semakin berat.
Inilah ciri-ciri pekerjaan saat ini
Semakin tinggi kita naik ke jenjang manajemen, beban semakin berat, anak buah bertambah banyak, dan semakin sulit dengan target yang semakin besar dan tanggung jawab semakin besar Semakin tinggi kita naik, semakin meningkat pula life style, tadinya kita puas dengan nasi padang Rp 8,000 sekarang harus minimal makan di restoran KFC atau Pizza Hut. Dulunya puas dengan jam Seiko, sekarang minimal Omega, kalau bisa Rolex, tapi kok harganya sama dengan 3 bulan gaji? Semakin tinggi kita naik ke jenjang Manajemen semakin arogan sikap kita, seolah-olah kekuasaan membutakan kita, bahwa prinsipnya semakin tinggi kita, maka semakin kuat power kita menghdapi lawan di kantor. Semakin tinggi kita naik ke jenjang manajemen maka semakin besar lawan-lawan kita, tadinya harus menghadapi rekan Supervisor, sekarang harus menghadapi rekan Manajer yang saling iri, saling menjegal. Semakin tinggi kita naik ke jenjang manajemen, semakin gamang kita, seolah-olah kita menjadi semakin khawatir dengan semua pekerjaan yang pending, yang belum terlaksana, dan kita semakin stress. Bagaimana caranya supaya kita mampu mengendalikan dan mengontrol keadaan? Seolah-olah kita semakin berat, seperti bermain juggle 6 buah bola yang harus kita lemparkan dan terus dapat ke atas tanpa ada yang jatuh? Namur kalau dilihat, di pihak lain, kok ada Manager yang sepertinya terasa mudah, dimudahkan, seolah selalu didukung oleh atasan, bawahan apalagi oleh rekan kerja? Mengana dia bisa mampu mengendalikan ini semua? Apa kuncinya dia bisa mendapatkan, meraih tujuannya dalam bekerja? Apa kuncinya dia selalu mendapatkan apa yang diinginkan?Ketika dia harus berbicara dengan wartawan supaya produknya dapat diberitakan, diapun mendapatkan bantuan, seolah-olah semua orang bisa menjadi temannya. Hidupnya dimudahkan, dibukakan, diberikan jalan, dan seolah-olah tangannya menjadi Hand of Midas semua yang disentuhnya menjadi emas.Negosiasi dengan pihak principal selalu sukses, beberapa project yang masih pending dalam 3 bulan bisa menjadi confirm dalam beberapa minggu. Negosiasi yang tangguh, yang sulit, yang seolah tidak mugkin, yang tadinya sudah ditolak, bisa direconsider, dan akhirnya bisa sukses. Mengapa?
Inilah ciri-ciri Manajer yang memiliki cara kerja yang efektif:
Mampu memperoleh dukungan semua pihak.
Mampu menggerakkan leverage dengan pihak lain
Mampu menciptakan kondisi teamwork yang penuh spirit, tidak saling menunggu, saling menyalahkan, namun sebaliknya yang saling menawarkan diri untuk saling membantu.
Seolah serba bisa, ini bisa, itu bisa.
Dia mampu mengerti kemauan pihak lain, dan mampu mengantisipasi pikiran pihak lain. Dengan demikian dia tidak menjadi serba salah.
Spiritnya mampu menggerakkan seluruh organisasi, seluruh karyawan bisa terinspirasi oleh sikapnya, dan semua orang menjadi bersemangat lebih untuk bekerja, seolah dia menjadi obor di tengah kegelapan malam.
Karyawan bekerja seolah-olah ingin tidak ada malam, supaya bisa terus bekerja, berprestasi, menuai hasil.
Adakah sosok seperti itu di perusahaan anda? Mungkinkah itu bisa tercapai? Bagaimana caranya?Langkah pertama dalam mencapai kondisi efektif dalam Bekerja dengan basis Nurani adalah meninggalkan ambisi. Meninggalkan keinginan kita. Semakin kita dibayangi oleh pilihan mencari yang terbaik untuk kita, maka semakin sulit pekerjaan kita.” (ar)